طوبي لمن شغــــــله عيبــه عن عيوب النــاس
“berbahagialah orang yang selalu disibukkan dengan aibnya sendiri”
Berangkat dari pribahasa diatas (mang mo barangkat kemana mas?), kayaknya aku mesti banyak introspeksi alias muhasabah or bertanya pada diri sendiri nich, sekedar bertanya sich, jawabannya ntar aja dech sambil direnungi gitu, coz kan mesti butuh flash back dulu.
Sudahkah saya mengisi hari-hariku sesuai dengan apa yang diridho oleh Allah, sesuai dengan tuntunan Rasul-Nya?
Sholatku uda sesuai dengan tatacara sholat yang diajarkan oleh Rasulullahkah?
Makanku uda sesuai dengan cara makan Rasulullahkah?
Tidakkah cara makan saya melanggar syariat?
Memberi sesuatu kepada orang lain alias bersedekah uda sesuaikah dengan tuntunan syariat?
Tidurku sesuai dengan kebutuhan badan saya akan kepentingan tidur itu sendirikah?
Bicaraku ga bikin sakit hati orang kah?
Cara mandiku uda benerkah?
Belajarku uda cukupkah?
Bagaimanakah muamalah ma’a an-nas-ku selama ini? Sudah baikkah perlakuanku terhadap kedua orang tuaku, guru-guruku, orang yg lebih tua dariku, yang lebih muda, teman-temanku dan sesama saudaraku?
Sesuaikah dengan apa yang mereka harapkan, atai malah bikin mereka selalu tersinggung, marah, ga enak ati, cengengesan, de-el-el?
Uchh, kayaknya cuman beberapa pertanyaan ini saja yang sanggup kutanyakan pada diriku sendiri unutk saat ini. Cuman dikit sih, tapi justru karena pertanyaan itu, makanya aku hanya berani bertanya itu saja untuk saat ini, coz terlalu banyak hal yang mestinya saya kerjakan namun kucuekkan, mestinya kuperhatikan namun kuabaikan, mestinya kupikirkan namun kubiarkan dan ach..ach..ach..
Kuman diseberang lautan selalu nampak, gajah dipelupuk mata kok sulit banget yach ngeliatnya….?